andre taufan

mencintai Aceh apa adanya

Archive for September 16th, 2010

Keperkasaan Pria

leave a comment »

Ada apa dengan pria? Pertanyaan inilah yang menyembul ketika saya mendengar ocehan seorang penjual obat keliling di samping masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Sebab, hampir satu jam saya berada di situ, kata “pria” berkali-kali disebut. Sebagai seorang pria, jelas dong saya penasaran….

Ketika subuh tiba, ternyata memang ada yang lain di benak saya. Yaitu, sebuah senyuman di pagi hari. Bagi saya yang sehat wal afiat, ocehan tukang obat semalam tentu tiada manfaat. Tapi, buat Mahfud, seorang wiraswasta yang usianya beranjak senja, kata-kata tukang obat terdengar aaamat dahsyat! “Ya..namanya kita udah tua udah lanjut usia barang pun udah ngak naek lagi jadi mesti kena bantuan obat kuat”,tutur mahfud yang saya jumpai malam itu disekitar masjid raya Baiturahman, Kota Banda Aceh.

Hanya bermodal 5 ribu rupiah, Mahfud berharap bisa mendongkrak keperkasaannya. Ramuan cair botolan yang dijual si tukang obat keliling adalah incarannya. Siapa tahu, khasiatnya memang terasa. Sayang, malam berikutnya saya tak berjumpa pria yang mengaku tinggal di Lantemen, sekitar 15 menit naik motor dari Baiturrahman. Sehingga tak sempat bertanya keampuhan obat 5 ribu itu.

Namun yang jelas, malam itu cukup banyak pria yang membeli obat murah tersebut. Maklum, si penjual obat memang pintar berkicau. Bahkan, Zainal Abidin, guru akrobat Macan Halilintar yang juga tukang jual obat, pintar menjelaskan fungsi obat perkasa secara meyakinkan. “Obat perkasa pria tadi yang pertama ia bisa untuk mengentalkan benih, bibit kalau kata dokter sperma, mengentalkan sperma untuk mengganti dari pada mani encer sperma ritual, dan kemudian untuk mengunci mani biar tidak cepat keluar”.

Ibarat handphone, fungsi obat ini seperti pulsa isi ulang. Andai saja ada yang versi isi ulang elektrik, bisa-bisa… banyak yang tertarik. Upss…ngomong-ngomong, apa sih formula penambah pulsa pria ini? Zainal abidinpun membuka rahasianya. “Bahan-bahan untuk pria dan wanita kita ambil dari kitab majmuk kita kombinasikan dengan mujjerabat kemudian samsol mahrib jadi kita ambil daun kayu, akar kayu sampek ke kemenyan ini untuk obat keperkasaan”.

Selain  berbentuk cair dalam botol, obat perkasa ada juga yang berupa tablet. Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya juga berbeda. Darman Abdillah, seorang tabib asal Sulawesi juga berbagi rahasia, “Yang pertama sekali dengan ramuan-ramuan china, dan yang ke dua dengan ramuan-ramuan gampong yang kita gunakan khusus untuk alat vitalnya”.

Darman membuka praktek untuk umum di Hotel Palembang, Peunayung. Kecuali anak-anak, pria maupun wanita boleh mencoba. “Kalau masalah umur itu walaupun tua muda tidak ada bedanya kalau seandainya ada penyakit mudah-mudahan bisa kita bantu.

Seperti tukang obat lainnya, kata-kata Darman penuh promosi. Dia juga membuka konsultasi. Keyakinan diri! Di situlah kunci awal untuk bisa merasakan dahsyatnya obat perkasa. Teknik pemasaran lainnya, Darman beriklan di media massa lokal. Teknik ini cukup efektif menggaet konsumen. Ismail, seorang pasien berujar. “Pertama saya baca di Koran habis itu saya telpon bapak itu, setelah cocok saya bicara dengan bapak itu saya datang ke situ”.

Darman mengaku, dalam sehari kedatangan minimal 5 pasien. Pulang dari tempat praktek, pasien-pasien itu dibekali tablet berbentuk seperti kelereng berwarna hitam pekat. Dengan obat seperti itulah Ismail berupaya membangkitkan kejantanannya. “Ya… harus pakek la kalau ngak nggak puas istri di rumah”.

Tapi, apa benar..? obat begitu bisa memuaskan kaum hawa? Salma, seorang ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari lokasi praktek tabib Darman Abdillah, mengungkapkan. “Ada juga yang perlu sih ada juga yang nggak, yang ada kan lama bisa ketagihan atau ketergantungan”.

Sementara Ross, warga Lampaseh, berkomentar lain, ibu rumah tangga yang berusia 31 tahun itu berpendapat. “Saya suka yang normal-normal saja ngak usah perlu obat tambahan itu efek samping nya kan berat besar, itu berarti orangnya ngak percaya diri ya kan”.

Menurut Ros, dalam hubungan suami-istri, kedahsyatan bukanlah hal utama. Yang terpenting adalah kenikmatan. Dengan kasih sayang dan saling pengertian antarkedua pihak, kualitas hubungan suami-istri bisa meningkat dengan sendirinya. Inilah resep alamiah. Jadi, tak perlu obat perkasa segala. Apalagi, efek obat tersebut justru bisa membahayakan kemantapan hubungan suami-istri.

Meski demikian, penggunaan obat begini memang tidak dilarang. Asalkan, ada rekomendasi dari pihak terkait. Menurut Hamdani, pejabat dari di Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, obat kuat dan sejenisnya masuk kategori obat tradisional. Sejumlah merek tertentu memang terdaftar dan mendapat label izin “TR” yang artinya: obat tradisional yang boleh dikonsumsi. Tapi, yang banyak beredar justru yang liar alias tak berkode.

Obat yang tidak jelas siapa produsennya, jelas sangat berisiko. Jika terjadi hal buruk, sulit dikejar siapa yang bertanggung jawab. Apalagi, praktek jual obat kejantanan kerap berpindah lokasi. Dan jika sudah begitu, pemerintah pun tak bisa bertindak apa-apa untuk konsumen yang dirugikan. Marzuki, Kepala Dinas Kota Banda Aceh mengatakan. “Karena sekarang yang menyangkut dengan keperkasaan tadi itu hampir tadi di Koran banyak sekali muncul tapi kadang-kadang dalam pelaksaannya kami yang tau di mana tempatnya, mungkin ini sebagai masukkan bagi kam”i.

Obat kuat, di satu sisi memang menawarkan kejantanan. Tapi di sisi lain, bisa juga mengakibatkan kematian. Seperti yang sering diberitakan di media massa. Tapi, dari hari ke hari, perguliran obat ini tak pernah berhenti. Boleh jadi, selama manusia masih butuh hubungan biologis, obat kejantanan pasti laris manissss!!!

Written by andretaufan

September 16, 2010 at 9:58 pm

Posted in Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.