..LuPa..
February 22, 2009
Bayangkan ketika dokter memfonis diri kita dengan penyakit leukemia (kanker darah), penyakit kanker yg menyerang sel-sel darah putih yg diproduksi oleh sum-sum tulang. Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal.
Pada umumnya orang yg mengidap penyakit ini selalu berakhir teragis, yaitu kematian, ya…meski mati itu menjadi suatu keharusan untuk setiap orang, setidaknya ada 2 hal yg bisa dilakukan, yaitu berusaha sekuat tenaga atau menikmati sisa hidup yg diperkirakan dokter dari segi medis yg gak pernah pasti.
Untuk aku leukemia tidak terlalu mengerikan, kalau dibandingkan dengan penyakit yg wajib dimiliki setiap insan dibumi, yaitu lupa. Karena untuk aku penyakit ini bisa menyerang kapanpun, siapapun, dan dimanapun. Disetiap distorsi roda kehidupan, mungkin semua yg ada dalam diri kita sama sekali gak bisa menjamin, kapan kita akan tersadarkan.
Sepertinya sekarang semua sudah mulai terlihat jelas, meski sesekali berwarna abu-abu, tapi bukankah kita bisa belajarĀ tentang hidup dari rumus=melihat, merasakan, memikirkan, memutuskan, hingga memperbaiki.
Suatu hari seorang teman berkata, hidup itu terlalu sulit untuk dimengerti, menjadi seorang yg berimanpun tidak akan menjamin terhindar dari penyakit yg bernama lupa. Atau seorang teman lainnya megatakan, Hidup itu akan lebih muda untuk seorang pelacur, karena ia hanya memiliki 2 tanggung jawab, yaitu, kepuasaan konsumen dan tuhan.
Tapi menurut aku hanya ada 1 pertanyaan, yaitu, siapa yg akan menciptakan vaksin anti lupa…????



Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed